Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

[PPT] Materi Kuliah Biologi Umum: Biologi Rumput Laut

Sabtu, 17 Maret 2018 1 komentar


Sahabat dapat download materi berikut dengan klik : purchase PPT

[PPT] Tugas Biologi Umum: Udang Windu

Jumat, 16 Maret 2018 0 komentar


Sahabat dapat download materi berikut dengan klik : purchasePPT

[PPT] Tugas Biologi Umum: Udang Galah

0 komentar


Sahabat dapat download materi berikut dengan klik : purchasePPT

[PPT] Tugas Biologi Umum: Rajungan

0 komentar


Sahabat dapat download materi berikut dengan klik : purchasePPT

[PPT] Tugas Biologi Umum: Molusca

0 komentar


Sahabat dapat download materi berikut dengan klik : purchasePPT

[PPT] Tugas Biologi Umum: Lobster

0 komentar


Sahabat dapat download materi berikut dengan klik : purchasePPT

[PPT] Tugas Biologi Umum: Kepiting

0 komentar


Sahabat dapat download materi berikut dengan klik : purchasePPT

[PPT] Tugas Biologi Umum: Gastropodha

0 komentar


Sahabat dapat download materi berikut dengan klik : purchasePPT

[PPT] Tugas Biologi Umum: Echinodermata

0 komentar


Sahabat dapat download materi berikut dengan klik : purchasePPT

[PPT] Tugas Bilologi Umum: Crustaceae

0 komentar


Sahabat dapat download materi berikut dengan klik : purchase PPT

[PPT] Tugas Biologi Umum: Copopoda

0 komentar


Sahabat dapat download materi berikut dengan klik : purchasePPT

[PPT] Tugas Biologi Umum: Chepalopoda

0 komentar


Sahabat dapat download materi berikut dengan klik : purchasePPT

[PPT] Tugas Biologi Umum: Bivalvia

0 komentar


Sahabat dapat download materi berikut dengan klik : purchasePPT

HATCHERY IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus)

1 komentar


I.                  PENDAHULUAN
1.1.       Latar Belakang
Ikan kerapu termasuk dalam subfamilia Epinephelinae, familia Serranidae, dan merupakan ikan yang penting secara komersial, terutama untuk pasar ikan hidup di Asia seperti Hong Kong, Cina, Taiwan, Singapura dan Malaysia (Johnston dan Yeeting 2006). Tiga jenis ikan kerapu hidup yang umum dipasarkan diwakili oleh genus: Epinephelus, Cromileptes dan Plectropomus. Harga jual ikan kerapu hidup sangat mahal sehingga merangsang pelaku usaha untuk membudidayakannya (Rimmer et al., 2004).

KELENJAR ENDOKRIN

0 komentar


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.            Latar Belakang

Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf. Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem saraf bekerja melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf.

UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI TAMBAK TRADISIONAL

0 komentar


PENDAHULUAN



1.1.       Latar Belakang
Udang merupakan jenis ikan konsumsi air payau, badan beruas berjumlah 13 (5 ruas kepala dan 8 ruas dada) dan seluruh tubuh ditutupi oleh kerangka luar yang disebut eksosketelon. Umumnya udang yang terdapat di pasaran sebagian besar terdiri dari udang laut. Hanya sebagian kecil saja yang terdiri dari udang air tawar, terutama di daerah sekitar sungai besar dan rawa dekat pantai. Udang air tawar pada umumnya termasuk dalam keluarga Palaemonidae, sehingga para ahli sering menyebutnya sebagai kelompok udang palaemonid. Udang laut, terutama dari keluarga Penaeidae, yang bisa disebut udang penaeid oleh para ahli. Udang merupakan salah satu bahan makanan sumber protein hewani yang bermutu tinggi. Bagi Indonesia udang merupakan primadona ekspor non migas. Permintaan konsumen dunia terhadap udang rata-rata naik 11,5% per tahun. Udang windu  (Penaeus monodon)  merupakan jenis udang yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan memiliki potensi pasar cukup besar. Upaya peningkatan kepadatan dengan penambahan udang putih ke dalam sistem budidaya udang windu diduga akan mempunyai dampak negatif yang kecil pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang windu (Tarsim, 2004).

MANAJEMEN HATCHERY UDANG WINDU (Penaeus monodon) MENGGUNAKAN BIOSECURITY DAN KAPASITAS PRODUKSI 50 JUTA/PERIODE

1 komentar

PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Udang merupakan salah satu komoditas utama dalam industri perikanan budidaya karena memiliki nilai ekonomis tinggi (high economic value) serta permintaan pasar tinggi (high demand product). Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas unggulan Indonesia dalam upaya menghasilkan devisa negara dari eksport nonmigas. Berbagai upaya telah dilakukan dalam meningkatkan produksi udang windu.Salah satu diantaranya adalah penerapan sistem budidaya udang windu secara intensif yang dimulai sejak pertengahan tahun 1986.

Manajemen Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) di Tambak Tradisional

0 komentar


I. PENDAHULUAAN


1.1.    Latar Belakang
Populasi penduduk dunia pertengahan 2012 mencapai 7,058 milyar dan diprediksi akan meningkat menjadi 8,082 milyar pada tahun 2025. Meningkatnya populasi penduduk dunia akan berpotensi meningkatkan eksploitasi sumberdaya alam, diantaranya untuk pemenuhan kebutuhan bahan pangan. Udang dan produk perikanan lainnya berpeluang besar menjadi salah satu sumber bahan pangan karena memiliki nilai protein tinggi, micronutrient penting dan keseimbangan nutrisi bagi kesehatan manusia.

MANAJEMEN UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) di HATCHERY

0 komentar


I.                  PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Di Indonesia budidaya udang sudah lama dilakukan oleh para petani tambak, karena udang merupakan komoditas primadona dalam bidang perikanan yang dapat meningkatkan devisa negara melalui ekspor komoditas perikanan. Tingginya permintaan akan udang di dalam dan di luar negeri menjadikan Indonesia sebagai pengirim udang terbesar di dunia ini dikarenakan Indonesia mempunyai luas wilayah serta adanya sumberdaya alam yang mendukung untuk dapat mengembangkan beberapa usaha budidaya udang. Udang vannamei memiliki beberapa nama seperti white-leg shrimp (Inggris), crevette partes blances (Perancis), dan camaron patiblanco (Spanyol).  Sebelum dikembangkan di Indonesia, udang vannamei sudah dikembangkan di Amerika selatan seperti Ekuador, Mexico, Panama, Kolombia dan Honduras (Nuhman, 2008).

MANAJEMEN UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) DI TAMBAK DENGAN SISTEM BUDIDAYA SUPER INTENSIF

0 komentar


I.                  PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang
Udang vanname  (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas perikanan  ekonomis penting dikarenakan secara umum  peluang usaha budidaya udang vaname tidak  berbeda jauh dengan peluang usaha udang jenis lainnya. Sebab pada dasarnya udang merupakan komoditi ekspor andalan  pemerintah dalam  menggaet devisa (Amri dan Kanna, 2008). Udang L. vannamei  berasal dari perairan Amerika d sudah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia dan telah berhasil dikembangkan oleh para pembudidaya vaname. Kebutuhan masyarakat dunia terhadap protein hewani ikan terus meningkat seiring dengan peningkatan populasi penduduk dunia. Sejak tahun 1990-an,  tren  produksi perikanan tangkap mengalami stagnasi dan cenderung menurun  akibat kerusakan lingkungan laut dan upaya  penangkapan ikan ilegal  dengan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.  Oleh karena itu  sektor budidaya diharapkan dapat menjadi solusi dalam pemenuhan konsumsi ikan dunia.